Umur dan Deadline Waktu Kehidupan

Header

header adsjavascript:void(0)

Umur dan Deadline Waktu Kehidupan

Umur yang kamu telah dapatkan sampai sekarang kamu gunakan untuk apa saja? Lalu sisa umurmu setelah hari ini kamu akan apakan? 5 Lima tahun yang lalu kamu siapa? Sekarang kamu siapa? Besok, tahun depan, atau sepuluh tahun kedepan kamu bakal menjadi orang yang seperti apa? Mungkin pertanyaan seperti ini, sebagian orang menjawabnya dengan ya hidup let it flow ajalah, semua sudah diatur Tuhan, tugas kita berusaha saja, lakukan yang terbaik. Ciri seperti itu adalah ciri orang yang kehilangan gairah hidup, fitrah manusia adalah menjadi pemimpin diantara manusia lainnya, paling tidak untuk keluarga, atau hanya untuk dirinya sendiri, dalam islam karena manusia itu ditugaskan untuk menjadi pemimpin, lantas kalau cuma mengandalkan takdir Tuhan saja ya tidak cukup tentunya.


Secara Nabi Muhammad pernah mengatakan bahwa rata-rata umur umat manusia sekarang adalah berada pada kisaran 60 tahun sampai 70 tahun. Sangat jarang manusia dapat hidup melebihi 70 tahun. Dalam hadist Nabi, Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Umur umatku antara 60 sampai 70 tahunan. Dan sangat sedikit di antara mereka yang melewati itu.” (HR Ibnu Majah, no 4.236). Namun studi mengungkap bahwa semakin hari ini harapan hidup umat manusia ternyata semakin meningkat, terlihat dari meningkatnya jumlah manusia yang dapat berumur sampai 105 tahun. Dalam berbagai penelitian ada banyak yang menarik kesimpulan serupa. Katanya sih kemajuan teknologi dan bidang farmasi/obat-obatan membuat manusia dapat bertahan hidup lebih lama. Meskipun secara dalam berbagai riset, hasil yang didapat masih cenderung abstrak. Indonesia pun demikian.

Mari kita membangun asumsi bahwa kita dapat hidup dalam rentang waktu usia 60 tahun hingga 70 tahun. Meskipun beberapa orang yang beruntung dapat menghabiskan hidupnya sampai pada usia 80 tahun hingga 100 tahun. Jika iya semua manusia memiliki kesempatan untuk dapat hidup selama 60 sampai 70 tahun, seperti yang diungkapkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam, maka kamu akan atur seperti apa sisa waktu yang kamu miliki itu?

Tentu ada yang namanya ajal, yang dapat menjemput manusia kapan saja. Tapi paling tidak Nabi sudah menjamin umur umat manusia pada rentan 60 sampai 70 tahun, persoalan ajal itu urusan illahi. Paling tidak sebagai manusia, kita patut memproyeksikan umur sampai pada 60 tahun. Kamu tentu pernah dengar kisah seseorang yang dinyatakan sudah berada dipenghujung waktu kehidupannya, tapi Tuhan memberikannya bonus umur setelah dia berjabat tangan (mempererat tali silaturahmi) dengan banyak orang? Karena dalam islam, mempererat silaturahmi dapat memperpanjang umur. Wallahualam.

Secara mindset, kita dapat meyakini bahwa meskipun awalnya memang ajal kita telah ditentukan saat lahir ke dunia, tapi ada kemungkinan Tuhan masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk menikmati umur yang lebih panjang lagi di dunia. Salah satu metode paling dipercaya orang-orang tentu melalui doa. Dengan berdoa orang beriman meyakini bahwa doa untuk diberikan umur panjang bisa saja dikabulkan Tuhan. Jadi mulai sekarang, berusahalah untuk positif bahwa kamu dapat hidup cukup lama di dunia, dengan standar umur yaitu pada usia 60 sampai 70 tahun. Nah, kembali ke pertanyaan awal, lantas apa yang akan kamu lakukan untuk sisa umur kamu itu? Berapa umurmu sekarang? 15-18 tahun? 20-25 tahun? 25-30 tahun?



Secara psikologis, ada yang dinamakan "Periodisasi Perkembangan". Ada berbagai pandangan yang berbeda berdasarkan dari para ahli-ahli yang berbeda-beda juga. Kalau Aristoteles membaginya hanya 3 periode utama, fase anak kecil yaitu 0-7 tahun, fase anak sekolah pada usia 7-14 tahun, dan fase remaja yaitu pada usia 14-21 tahun dimana fase itu adalah fase peralihan dari masa remaja/muda ke masa dewasa, selebihnya dikategorikan sebagai orang dewasa. Tapi psikologi modern menurut Robert J Havighurst, menyebutkan fase-fase tersebut terbagi menjadi 6 fase. Pertama, infancy and early childhood (masa sekolah), usia 0-6 tahun, lalu middle childhood (masa sekolah), yaitu usia 6-12 tahun, selanjutnya adolescence (masa remaja), yaitu usia 12-18 tahun, lalu early adulthood (masa awal dewasa), yaitu usia 18-30 tahun, dan terakhir fase middle age (masa dewasa lanjut), yaitu 30-50 tahun ke atas. Sekarang kamu berada pada fase yang mana?

Manusia dalam menjalani kehidupannya, akan selalu diperhadapkan 3 pilihan yang penting dalam hidup. Pilihan pendidikan, pilihan atas karir, dan pilihan atas pemersatu ikatan batin (pasangan hidup). Secara, periodisasi perkembangan sudah membagi penggunaan umur untuk hal tersebut. Yaitu masa sekolah menjadi masa perkembangan yang relevan untuk anda mejalani pendidikan secara kontinu, masa remaja dan awal dewasa menjadi masa dimana manusia memanfaatkannya untuk merintis karir, dan masa dewasa yang tersisa, dari dewasa awal sampai dewasa lanjut digunakan untuk menghabiskan waktu bersama menikmati indahnya kebersamaan dengan pasangan hidup. Apakah kamu juga menyusun skema penggunaan umur dalam kehidupan seperti itu? Mungkin iya, atau iya hanya sebagian, dan mungkin juga tidak sama sekali. Tapi menurutku, dalam hidup kita harus mengatur waktu deadline juga dalam berbagai hal, agar tidak kelabakan dan menyesal nantinya. Patokan dan proyeksi penggunaan umur.


Hampir semua orang menghabiskan waktu anak-anaknya dari kecil sampai pada umur 20 tahun atau lebih untuk membangun jenjang pendidikannya ke tingkat yang tinggi dan lebih tinggi. Indonesia sendiri, seorang anak muda akan tamat pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat pada usia 16-18 tahun. Idealnya, kamu menghabiskan waktu untuk menyelesaikan jenjang pendidikan mulai pada usia 5, 6 atau 7 tahun dan selesai pada usia 16, 17, atau 18 tahun, untuk jenjang pendidikan yang wajib. Jika masih berkeinginan untuk lanjut, akan lebih baik lagi. Jika kuliah idealnya dapat selesai dalam kurun waktu 3,4,5, atau 6 tahun, maka patoklah maksimal umur anda dengan gelar Sarjana atau Ahli Madya pada umur 24 tahun. Maksimal, jika umur 24 tahun anda masih belum menyelesaikan studi maka itu adalah suatu kemunduran peradaban untuk diri anda sendiri. Kamu masih ingatkan rektor termuda Risa? Umur 27 tahun sudah jadi rektor, jika kamu masih belum lulus pada umur 24 tahun kamu harus malu. Tapi untuk value added nya, beberapa orang juga ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi setelah mendapatkan gelar Sarjana atau Ahli Madya pertamanya. Tapi patoklah deadline pada umur 24 tahun, kamu sudah menyelesaikan satu studi di jenjang Perguruan Tinggi, dan selesai pada jenjang SLTA pada umur 18 tahun.


Adapun jenjang karir, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk memulai karirnya pada saat pola pikirnya sudah matang. Normalnya, jika selesai pada pendidikan SLTA saja mungkin umur 18 sudah dapat memulai beralih dari pendidikan ke karir (kerja). Tapi kita patoklah umur 20 tahun, karena jika dilihat di Indonesia untuk mencari pekerjaan dengan modal ijazah SMA dan sederajat saja tentu akan sulit, apalagi di jaman digital ini. Kompetensi Profesi juga menjadi salah satu syarat untuk melamar suatu pekerjaan. Idealnya, kamu akan memulai karir pada usia 20, 21, 22, ataukah 23, 24, atau 25 tahun. Tentu dengan alasan cukup susahnya mencari pekerjaan di Indonesia.


Jika kita memulai karir pada umur 20-25 tahun, idealnya kamu akan menghabiskan waktu kurang lebih 2 tahun untuk mendapatkan pengalaman kerja awal. Jika cocok dengan tempat kerjanya, tentu kamu akan tinggal lebih lama lagi. Cocok dengan posisinya, cocok dengan tugas dan tanggungjawabnya, dan cocok secara materi (gaji dan tunjangan). Jika seperti ini, tentu kamu akan cenderung bertahan paling minimal 5 tahun di tempat kamu bekerja dan saat ingin keluar dari zona nyaman, pengalaman kerja 5 tahun adalah pegangan yang cukup kuat untukmu dalam bersaing dengan para pencari kerja yang lain. Beda lagi jika kamu adalah pengelana (wanderer), yang tidak suka menetap di satu tempat, suka berpindah-pindah (nomaden), mungkin 2 tahun pengalaman kerja cukup bagi mu, lalu mencari tempat untuk bekerja di tempat lain. Artinya paling tidak, 2 tahun bekerja sudah membentuk dirimu dan memberikan modal yang cukup kuat untukmu melangkah lebih maju. Mari kita merujuk pada data Menristekdikti, yang mengatakan bahwa rata-rata usia mahasiswa yang lulus S1 adalah 19-23 tahun. Jika umurmu 23 tahun sudah mendapatkan pekerjaan, idealnya seperti itu. Jika lebih dari 24 tahun, kamu harus melakukan refleksi terhadap dirimu, jangan salahkan takdir dan faktor eks. Kamu lihat dirimu dan segala kekuranganmu, deadline kamu untuk selesai pendidikan tinggi awal dan memulai karir (bekerja ataukah enterprenuer) pada umur 23 tahun.


Artinya jika idealnya umur 23 tahun dan 2 tahun pengalaman sudah menjadi modal awal bagimu untuk melangkah lebih jauh lagi, maka umur 25 tahun adalah umur yang ideal bagi kita untuk menjadi dewasa. Berpikir untuk mulai memiliki pasangan hidup, itu cukup wajar dan rasional. Menurutku, jika dilihat dari segala sudut pandang, 25 tahun adalah umur yang ideal untuk orang-orang mulai menikah dan menjalin hubungan serius terhadap seseorang. Untuk kepentingan ini (hubungan serius dengan seseorang) kamu berikan deadline pada umur 25-30 tahun. Karena alasan tadi, bahwa 2 tahun bekerja bukanlah modal yang semua orang merasa cukup, tapi 5 tahun bekerja harusnya sudah cukup untuk semua orang apalagi UMR sekarang jika dihitung-hitung dalam kurun waktu 5 tahun, sudah dapat menjadi modal yang cukup untuk menikah. Patoklah paling maksimal, bila kamu belum menikah pada umur 30 tahun, kamu harus segera berpikir lebih dalam lagi tentang hal ini karena secara usia, itu sudah mencapai batasnya (deadline). Kalau orang bugis, uang panaik yang selalu menjadi pembicaraan anak muda yang ingin menikah menjadi salah satu faktor enggannya orang-orang untuk segera menikah. Melekatnya budaya, siri' na pacce'.


Jika deadline umur tadi sesuai dengan apa yang terjadi dalam hidupmu bahkan lebih cepat, maka kamu dapat menggolongkan diri sebagai orang yang visioner. Jika tidak dan memakan lebih banyak waktu, tentu kamu harus masuk dalam golongan orang-orang yang lalai, dan ngasal menjalani hidup. Ini terlepas dari faktor-faktor luar biasa (an extraordinary factor) yang tidak dalam kontrol kita. Tapi menurutku, kita harus selalu memasang patokan terhadap umur kita. Sekarang jika umur kamu 22 tahun, sudah menghabiskan waktu dalam jenjang pendidikan wajib sampai SLTA, lulus pada umur 18 tahun, lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana pada umur 22 tahun, dan memulai karir (bekerja) pada usia 22 tahun. Jika seperti ini, idealnya kamu akan menikah pada usia 24-27 tahun. Paling tidak bila umurmu sudah mencapai 27 tahun, segeralah berpikir matang-matang untuk dapat memiliki pasangan hidup, karena dar beberapa penjelasan sebelumnya, umur 27 tahun itu sudah berada pada deadline kamu untuk menikah. Ini diluar dari faktor eks ya, dan juga beberapa ambisi lainnya yang ingin kamu capai. Seperti ingin melanjutkan kuliah diluar negeri, ingin memulai usaha bisnis sendiri dan fokus menjalankannya, dan lain sebagainya. Jika ada tambahan tahapan hidup seperti apapun itu, maka kamu juga harus menambahkan jangka waktu deadline kamu.


Hanya saja, menurutku dari ketiga pilihan penting dalam hidup (pendidikan, karir, dan hubungan serius) itu ada satu yang cukup susah kita berikan patokan. Yaitu menikah. Karena ini menyangkut perasaan dan hati orang lain. Berbeda dengan pekerjaan dan pendidikan, juga menyangkut banyak hal yang dapat merubah hidup kita secara drastis. Pasalnya setelah menikah, kita akan terbatas untuk bergaul dengan teman, apalagi yang lawan jenis, kita akan mulai jauh dari saudara dan keluarga, utamanya Ibu dan Ayah kamu, dan kita juga akan berusaha tidak hanya memikirkan diri sendiri tapi juga diri orang lain. Memenuhi kebutuhan pasangan dan apa yang dihasilkan dari pasangan kita yang disebut dengan keturunan (anak). Seseorang pernah memberiku nasehat, bahwa setelah bekerja, kamu sebelum menikah dengan seseorang, cobalah habiskan waktu dengan orang tua mu terlebih dahulu. Pergunakan hasil dari kerjamu (uang) itu untuk menyenangkan mereka dan membuat mereka bahagia, paling maksimal memberinya hadiah umroh, atau haji untuk muslim, paling maksimal. Meskipun tentu orang tua tidak mengharapkan banyak hal dari dirimu melainkan kehidupanmu yang nyaman dan bahagia meskipun jauh dari genggamannya.


Bayangkan saja jika kamu memulai karirmu pada umur 20-25 tahun, dan pensiun pada umur 45-60 tahun. Maka paling tidak kamu menghabiskan 25 sampai 40 tahun untuk bekerja dan hanya mencari uang dan uang saja. Susah payah kamu simpan dengan harapan bahwa kelak ketika sudah berkeluarga, aku dapat memberi jaminan kehidupan yang layak bagi calon pasangan dan calon anakku kelak. Tentu sebuah pilihan yang sangat bijak nan visioner. Hanya saja, kamu perlu garisbawahi hal ini, bahwa apakah dari ketiga hal ini (pendidikan, karir/pekerjaan, dan pasangan hidup) yang menguras banyak waktumu adalah hal yang seperti apa? Apakah hal itu adalah hal yang menyenangkanmu? Pendidikan, ilmu dan pengetahuan? Karir, pekerjaan dan jabatan? Pasangan hidup, dan kehidupan damai?


Mulai sekarang, kamu akan memberikan deadline atas penggunaan masa-masa hidupmu dalam hal apapun. Karena ini sangat penting, selain memberikan arahan yang jelas bagi dirimu dan kehidupan pribadimu, kamu juga dapat menyisipkan beragam achievement yang ingin kamu capai dalam hidup. Achievement kecilpun tak masalah, seperti lulus kuliah pada tahun sekian, memulai karir pada umur sekian, dapat melakukan hal ini dan itu di umur sekian, ataukah yang berhubungan dengan hobimu, misalnya dapat mendaki puncak gunung semeru pada tahun sekian. Dengan begini, jika kamu mematok deadline atas penggunaan waktu dalam hidupmu, kamu tidak akan punya waktu lagi di hari tua nanti untuk melakukan beragam penyesalan. Betul?

Post a Comment

1 Comments

  1. Ngeri baca nya.. membuat aku berfikir untuk kehidupan euyy

    Thnks gann

    ReplyDelete