Movie Review: Why Dark Phoenix? #SpoilerAlert

Header

header adsjavascript:void(0)

Movie Review: Why Dark Phoenix? #SpoilerAlert


Para penggemar X-Men tahun ini tentu sudah menanti-nanti kehadiran sekuel alternatif dari X-Men, yaitu Dark Phoenix. Fox sebagai penanggung jawab produksi film X-Men selalu berusaha menjadikan para karakter dari komik marvel ini menjadi pahlawan yang populer seperti cerita di film Avenger. Hanya saja beberapa sekuel yang dibuat melalui cerita X-Men tidak selalu bisa membuat para penggemar terpukau. Karena Fox sendiri dikatakan cukup gagal dalam hal produksi film X-Men. Beberapa menyayangkannya, dan beberapa juga respek dengan hasilnya. Bahkan beberapa  konspirasi beranggapan bahwa sebaiknya lanjutan cerita dari X-Men ini tidak lagi diproduksi oleh Fox, tapi biarkan saja Disney yang mengambil alih, mungkin bisa membuat ceritanya menjadi lebih baik.


Dark Phoenix menjadi sekuel alternatif dari X-Men setelah Day Future Past hadir. Para penggemar karakter X-Men tentu menunggu-nunggu kelanjutan dari sekuel alternatif ini. Hanya saja ada beberapa hal yang membuat para penggemar cukup kecewa dari rangkaian cerita dari sekuel alternatif ini. Seperti storyline yang kurang apik, dan juga aktor yang memerankan karakter X-Men yang tidak konsisten, tidak seperti para aktor yang memerankan karakter Marvel di film Avenger yang selalu konsisten. Jika diperhatikan dengan seksama, ada beberapa karakter yang pemainnya berbeda-beda di beberapa sekuel X-Men, yang paling membingungkan adalah karakter Cyclops. Pada beberapa sekuel film X-Men, Cyclops tampak diperankan dengan aktor-aktor yang beragam, mungkin hanya Hugh Jackman saja sebagai Wolverine yang selalu konsisten memerankan perannya dalam X-Men. Tapi tentu Fox berusaha memunculkan karakter Phoenix atau Jean Grey dengan menghadirkan sekuel alternatif baru, X-Men Dark Phoenix. Apakah dengan hadirnya Dark Phoenix ini dapat mengembalikan kekaguman para fans terhadap X-Men? Beberapa mengatakan, "It's far from perfect".

Sebagai penikmat film X-Men, karakter seperti Professor Charles, Magneto, Logan, dan Jean Grey tentu menjadi karakter yang cukup familiar. Hanya saja setelah munculnya sekuel Day-Future-Past dan Apocalypse, pemeran karakter X-Men terbagi menjadi dua, yaitu karakter yang diperankan sekarang dan karakter yang diperankan dulu (Muda dan Tua). Jadi karakter Phoenix atau Jean Grey yang dulunya diperankan oleh Famke Janssen, sekarang menjadi lebih muda dengan diperankan oleh Sophie Turner. Beberapa mungkin lebih familiar dengan karakter Phoenix yang dekat dengan Logan, yaitu Famke Janssen. Tapi dengan munculnya sekuel Dark Phoenix ini, Fox berusaha menghadirkan karakter-karakter yang ada di X-Men untuk diperankan dengan para kaum muda lagi. Tentu Sophie Turner cukup epik dalam memerankan karakter Phoenix. Sebagai mutan yang cukup overpower, sama halnya dengan Carol Danvers (Captain Marvel) di Avenger, Phoenix menjadi mutan yang paling disegani, ditakuti, dan sekaligus paling diandalkan dalam tim X-Men.

Sinematografi dalam film Dark Phoenix tentu tak lagi dipertanyakan kredibilitasnya. Hanya saja untuk storyline, masih sangat kurang. Kalau aku sendiri melihatnya sama seperti cerita Captain Marvel, tapi versi mutan. Jika dilihat-lihat, posternya juga hampir mirip dengan Captain Marvel kan?


Tapi dari segi pendapatan, Dark Phoenix juga cukup berada pada urutan terbawah selama tayang di Theater Box Office. Alur cerita yang disuguhkan memang tidak terlalu menarik, mutan yang hebat mendapatkan kekuatan super setelah misi di luar angkasa, kembali di bumi dan ternyata kekuatan itu susah dikontrolnya, terjadi peperangan sesama (semacam civil war) teman sejawat di X-Men, dan salah satu teman mati, ada yang sakit hati dan ingin balas dendam ke Jean Grey, tapi tiba-tiba mereka sadar Jean bukanlah musuh, mereka pun kembali bersatu. I'm sorry, I didn't meant to.


Beberapa penikmat film lebih tertarik untuk menonton Aladdin ketimbang Dark Phoenix. Apalagi Men In Black tentu sudah dapat merajai panggung Box Office karena terkesan lebih baru, daripada Dark Phoenix. Belum lagi jika Juli nanti Spiderman Far From Home akan rilis. Tentu Dark Phoenix akan tertinggal jauh. Tapi alternatif story untuk Dark Phoenix ini masih awal, beberapa penggemar X-Men mungkin akan respect dan masih menunggu lagi keberlanjutan cerita dari para mutan di X-Men nantinya. Bagaimana menurutmu?

Post a Comment

7 Comments

  1. Saya tak begitu banyak mengikuti filem2 Marvel - Fox, tapi seperti film Avenger, sekuel ini sepertinya menjual "kesaktian" manusia2 super. Mungkin nanti di akhir perseteruan, akan ada gabungan atau perang antara Marvel's Heroes vs Avengers... hehe, ini kalau "pasar" menghendaki.

    ReplyDelete
  2. Saya kurang suka nonton film fantasy super hero, khususnya seri X-Men ini.
    Ngeri aja gitu lihat tampilan para mutannya, hihii..

    ReplyDelete
  3. kemarin sempat maau nonton ini tapi katanya gak bagus tapi bukan penggemar x men sih dan akhirnya nonton Aladdin, sesuka ituuuu sama Aladdin dooong

    ReplyDelete
  4. Dakupun bukan penggemar x-men dan ngga ngerti film X-men so ngga begitu tertarik nonton 😅 ternyata reviewnya juga kurang bagus ya

    ReplyDelete
  5. Saya kurang mengikuti perkembangan film ini.. Apa pun bagus juga review.. Walaupun tidak nonton sedikit sebanyak bisa tau sedikit tentang jalan ceritanya..

    ReplyDelete
  6. Saya malah tidak tahu tentang film X-men ini, pernahnya cuma nonton film avengers saja hehe tapi sepertinya saya jadi penasaran juga nonton filmnya setelah baca postingan ini

    ReplyDelete
  7. sebagai penggemar X-Men, saya kecewa sama film ini.
    jalan ceritanya memang nda kuat, tidak ada yang benar-benar wah bahkan kayak terkesan dipaksakan.

    Sophie lumayanlah mainnya, tapi ya itu tetap kurang bagus dan pasti tenggelam di bawah bayang-bayang Michael Fassbender (Magneto).Mudah-mudahan memang membaik setelah diambil alih Disney/MCU

    ReplyDelete