Spoiler And Review : Polaroid (2019)

Header

header adsjavascript:void(0)

Spoiler And Review : Polaroid (2019)

Barang antik seringkali menjadi salah satu elemen penting dalam cerita di film horor. Polaroid mengisahkan tentang seorang siswi SMA Bird Fitcher (Kathryn Prescott) yang gemar melakukan paparazi (fotografi) dengan kamera yang dimilikinya. Suatu hari, dia menemukan kamera polaroid bersama dengan sahabatnya. Kamera polaroid tersebut terlihat sudah sangat tua, akan tetapi masih berfungsi sebagaimana kamera polaroid pada umumnya. Karena kegemarannya dengan dunia fotografi, Bird lalu mencoba memotret sahabatnya tersebut, untuk mengetahui apakah kamera ini masih berfungsi. Tak lama, hasil dari potretannya tadi keluar dan terlihat hasilnya masih lumayan baik. Karenanya, Bird lalu membawa kamera tersebut lalu pergi meninggalkan sahabatnya.


Keesokan harinya, sahabatnya yang baru saja ia temui kemarin dikabarkan meninggal dunia. Bird turut berduka dan tentu sangat shock mendengar berita tersebut. Hanya saja yang belum diketahuinya adalah dimana kematian sahabatnya itu dikarenakan ulah dari iblis yang mendiami kamera tersebut.

Bird masih menyukai kamera yang menjadi kenang-kenangan dari sahabatnya yang baru saja pergi. Namun, cara kerja kamera itu ternyata adalah dengan membunuh siapa pun yang terlihat dari hasil tangkapan kamera. Jika ada banyak orang, maka satu persatu dari mereka akan tewas diburu oleh iblis yang mendiami kamera itu. Bird baru menyadari hal ini ketika jepretannya bersama temannya terlihat. Saat menggunakan kamera ini berfoto, hasilnya akan terlihat jelas namun akan selalu ada bayangan hitam terlihat di hasil fotonya yang jadi. Awalnya ini juga terjadi saat Bird mengambil gambar sahabatnya, namun dia hanya mengira kalau bayangan itu hanyalah noda, dan dia tidak menghiraukannya karena mungkin beranggapan bahwa itu hal wajar, karena kamera tersebut juga sudah tua. Saat kejadian itu terjadi lagi, pada hasil foto yang ramai dengan teman-temannya, mereka melihat ada bayangan yang juga ikut nimbrung dalam foto. Bird mencoba menghapusnya namun itu sama sekali tidak berpengaruh. Teman-teman mereka juga acuh dengan hal itu dan kembali menikmati pesta. Setelah kejadian itu, hal buruk pun mulai menimpa mereka satu persatu.

Seolah selalu diikuti oleh roh jahat, Bird merasakan ada hal aneh yang selalu ikut bersamanya semenjak selalu membawa kamera polaroid itu. Alhasil, keesokan harinya, iblis tersebut memburu satu per satu dari mereka yang masuk ke dalam foto dan membunuhnya sama seperti sahabatnya yang berfoto sendiri. Hal ini langsung disadari oleh Bird karena hasil foto yang dipegangnya akan berubah sebagaimana keadaan yang sebenarnya. Bahkan setelah mengetahui hal aneh ini, mereka mencoba untuk membakar hasil foto tersebut namun naasnya, tubuh salah seorang temannya pun ikut terbakar. Bird melihat serangkaian kejadian ini merasa sangat bersalah telah menggunakan kamera tersebut. Tapi diakhir cerita, Bird dengan temannya berusaha mengungkap alasan dibalik menggilanya arwah yang mendiami kamera itu. Usut punya usut, ternyata pemilik kamera itu memiliki sejarah tersendiri yang mengakibatkan arwahnya masih bergentayangan mencari korban yang menggunakan kameranya.

Cerita yang hampir sama dengan film Scary Stories to Tell in The Dark. Jika di film Scary Stories to Tell in The Dark memiliki barang antik buku, di film Polaroid sendiri memiliki barang antik kamera. Lars Klevberg sendiri lumayan berhasil menata plot cerita dan membuat penonton keasikan menikmati film dan seluruh jump-scare nya. Hanya saja dari segi akhir cerita, penonton masih dapat menebak akhirnya dengan mudah. Dimana misteri dibalik kamera tersebut bisa berhasil terpecahkan. Namun sebagai film horor modern, film ini sudah cukup bisa mengganggu andrenalinmu selama 88 menit penayangan.

Konten Spoiler and Review berisi tentang cerita keseluruhan suatu film yang disajikan sesingkat mungkin. Jika kamu tidak suka dengan spoiler tidak usah dibaca, artikel ini hanya ingin memudahkan para penikmat film untuk menemukan film-film yang disukainya.
Review Film

Post a Comment

0 Comments