Paradoks Orang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Header

header adsjavascript:void(0)

Paradoks Orang Berpuasa di Bulan Ramadhan

Orang beriman mengatakan, Bulan Ramadhan merupakan Bulan yang penuh dengan keberkahan. Setiap orang yang meyakininya berlomba-lomba untuk mendapatkan derajat ketakwaan yang menjadi tujuan utama dari Bulan Ramadhan. Hanya saja meskipun ceramah-ceramah tarwih dan subuh yang seringkali di dengarkan di masjid-masjid, tak jarang masih banyak orang-orang yang melewatkan hari-hari Ramadhannya sama seperti hari-hari biasa. Yang membuatnya beda hanya; 1. Dia menahan lapar dan haus dahaga dari Subuh hingga Maghrib, dan 2. Dia melaksanakan sholat Tarwih saat malam sehabis Isya.




Ramadhan bukan hanya sekedar puasa saja, menahan lapar, haus, dan nafsu yang kadangkala liar. Tapi berusahalah untuk meraih derajat ketakwaan. Untuk mencapai derajat ketakwaan, perbaiki niat dan perbaiki akhlak. Manfaatkan kesempatan emas bersama Ramadhan sebaik-baiknya. Hari-hari Ramadhan yang tersisa ini jangan kamu sia-siakan. Perbanyak amalan, jauhi semua larangan-Nya. Jangan berharap banyak, tapi usaha minim. Paradoks.

Ada hal-hal yang sebaiknya kamu tidak lakukan atau jauhi agar kebersamaanmu dengan Ramadhan tidak tersia-siakan. Insya Allah. Aku hanya berusaha untuk mengingatkan saja.

1. Puasa tapi tak Sholat
Ini juga sebagai pengingat bagi saya, yang terkadang karena sibuk dengan kehidupan dunia mengakibatkan kita lalai dengan sholat. Sholat adalah kunci utama keimanan seseorang. Jika kamu mengaku beriman, dan mengaku islam maka dirikanlah sholat. Puasa dan sholat adalah ibadah yang wajib, tidak ada pilihan untuk hanya memilih salah satunya saja, tapi harus menjalankan keduanya. Tidak banyak dari kita yang terkadang luput dengan sholat. Sibuk dengan agenda Buka Bersama (Bukber) tapi sholat maghrib ditinggal.

Ini sebagai pengingat. Jaga sholatmu, dan sempurnakan ibadahmu. Insya Allah dengan memohon rahmat Allah Yang Maha Kuasa, semoga kamu digolongkan orang-orang yang beruntung.

2. Puasa tapi Berpacaran
Saat malam menjelang di hari-hari puasa, tak jarang kita melihat dua sejoli perempuan dan laki-laki saling bertukar kemesraan satu-sama lain. Selama Ramadhan ini, aku sendiri hampir setiap malam menemukannya. Wallahualam, mungkin mereka sudah berstatus "suami-istri", tapi tulisan ini hanya menjadi pengingat saja bagi kamu yang belum sah dan belum dilabeli "suami-istri".

Jika puasa diartikan untuk menahan hawa nafsu dari terbitnya fajar hingga terbenamnya lagi di sore hari, apakah dengan itu hawa nafsu setelah matahari terbenam bisa kita lampiaskan? Untuk mencapai kesempurnaan ibadah, cobalah untuk menghindarinya. Hanya 30 hari saja. Tapi akan menjadi sangat parah jika kamu masih berstatus "pacaran" saja belum pada label yang "sah" sebagai pasangan, dan bertukar kemesraan bersama pasangan ilegal dimalam-malam yang penuh berkah di Bulan Ramadhan. Mari bermuhasabah diri, perbaiki niat dan kuatkan hati. Lepaskan diri dari belenggu syaitan dengan alibi pacaran. Akui saja, alibi pacaran hanya agenda pemuasan nafsu saja.

3. Puasa tapi tetap Maksiat

Jadikan Ramadhan sebagai sarana rehabilitas. Agar kita dapat dijauhkan dari berbagai ketergantungan dan penyakit untuk berbuat maksiat secara terus-menerus.

4. Puasa tapi Ghibah
Puasa harusnya dapat membentuk pribadi yang lebih baik lagi. Tapi menahan omongan tentu juga menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Karena memang ada kesenangan dan kenyamanan tersendiri bila seseorang dan beberapa orang memperbincangkan orang lain terkait hal-hal yang diinginkannya untuk di-ghibahkan. Jika kamu termasuk orang yang seperti ini, kembali lagi bermuhasabah diri, perbaiki niat dan akhlak. Perbanyak istighfar dan perbanyak memohon ampunan-Nya.

5. Puasa tapi Tidur dan Malas-malasan
Karena memahami bahwa puasa yaitu ajang pembuktian diri bahwa dirinya dapat menahan lapar dan haus sampai terbenamnya matahari. Maka inilah yang terjadi, agar dapat mencapai itu maka dilakukanlah cara untuk menghabiskan waktu dengan tidur dan malas-malasan. Padahal puasa bukanlah suatu alasan untuk menjadi malas dan lemas untuk suatu hal.

Semoga kita senantiasa tetap berada karunia dan rahmat-Nya. Semoga kita tidak tergolong orang-orang yang merugi setelah meninggalkan Ramadhan.

Post a Comment

0 Comments