Jangan Takut Berbagi, Mari Infaq Rp2.000 Sehari

Header

header adsjavascript:void(0)

Jangan Takut Berbagi, Mari Infaq Rp2.000 Sehari

Kemiskinan tentu menjadi salah satu polemik yang tidak berujung. Apalagi di Negara Indonesia, jika ditelisik beberapa tahun terakhir masih berada pada posisi yang stagnan. Seperti yang termaktub dalam data statistik BPS (Badan Pusat Statistik) terkait Penduduk Miskin dan Garis Kemiskinan. Bahwa perubahan dalam hal menurunkan tingkat kemiskinan di Negara masih belum cukup signifikan. Karena kemiskinan tentu tidak bisa direpresentasikan secara keseluruhan pada variabel-variabel yang tertuang dalam data statistik. Ada banyak faktor penyebab kemiskinan dan ada banyak elemen yang melekat kepada seseorang sampai digolongkan miskin. Kemiskinan adalah apa yang kita lihat dan jumpai dilingkungan sekitar, apa yang mungkin teman-teman kita, dan juga tetangga kita rasakan.

Tentu para regulator dan pemimpin bangsa tidak mengesampingkan persoalan terkait kemiskinan ini. Hanya saja persoalan kemiskinan makin hari makin susah dikontrol. Bisa jadi karena cara penanggulangannya yang kurang tepat, ataukah mungkin pola hidup masyarakat dan budaya hidup yang tertata di masyarakat yang juga kurang efektif dalam memberantas kemiskinan. Seperti halnya sikap individualisme, sikap anti-sosial, dan ketamakan dalam memupuk harta.

Mungkin dalam menekan tingkat kemiskinan yang semakin mencuat, peran masyarakat pun perlu ikut andil dalam penerapannya. Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia tidaklah berjalan dan diatur sepenuhnya oleh pemerintah atau regulator. Maka dari itu langkah-langkah terpadu lainnya yang bisa segelintir masyarakat lakukan dalam hal menuntaskan problematika kemiskinan sangat diperlukan. Dari gerakan sosial sampai kepada gerakan pembinaan.


Dalam agama, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir tingkat kemiskinan. Salah satunya yaitu berinfaq dan juga bershodaqoh (sedekah). Yaitu bentuk ibadah dimana kita dituntut untuk menyerahkan sebagian harta kita ke jalan Allah Subhanahu Wata'ala, untuk kepentingan agama islam dan kaum muslimin, atau dalam kehidupan sosial bermasyarakat, kita mengeluarkan sebagian harta yang berlebih, dalam hal memberikan harta yang dikeluarkan tersebut kepada orang yang lebih membutuhkan. Karena sejatinya sebagian harta kita yang dititipkan Allah Subhanahu Wata'ala merupakan pemberian dari-Nya jua, dan hamba-Nya yang membutuhkan uluran tangan dari yang lebih tentu merupakan proses pertukaran hak dan kewajiban terhadap sesama muslim.

Selain itu, bagi umat muslim tentu yakin bahwa sekecil apapun infaq dan sedekah yang dikeluarkan, akan tetap mendapatkan imbalan dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata'ala, seperti dalam firman-Nya:

Karenanya sebagai umat muslim, sedekah merupakan suatu ibadah yang melekat pada pribadi setiap umat muslim. Sudah menjadi sebuah keniscayaan bahwa segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini sekarang adalah suatu titipan dari Allah. Maka dari itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Karena Rasulullah juga menegaskan bahwa harta yang diinfakkan di jalan islam akan diberkahi dan kekurangan dari harta yang dikeluarkannya tersebut akan ditutup dengan keberkahannya dan pahala di sisi Allah, dan dari infak dan sedekah. Karena sejatinya infak dan sedekah tidaklah mengurangi nilai harta. Tapi harta itu menjadi media "investasi" untuk akhirat bagi umat muslim. Seperti dalam sabda Rasulullah:

Rasulullah sholallohu'alaihi wasallam juga bersabda:
Allah Subhanahu Wata'ala juga menjelaskan berbagai keutamaan orang-orang yang mengeluarkan sebagian hartanya di jalan dakwah dan untuk kepentingan agama. Dimana Allah menjanjikan dimudahkannya seseorang dimasukkan surga-Nya (Q.S Ali Imran:133-134), dijaganya dari api neraka (Shahih bukhari, 2/1351' Muslim, 2/1016), dihapuskannya dosa-dosa yang melekat dari dirinya (Tirmidzi, 2/4210), dilipatgandakannya pahala yang dia terima (Q.S Al Baqarah: 261), melembutkan hati yang keras dan mensucikan jiwa (At Taubah:103), dan akan ditambahkannya rezeki dari dirinya (Shahih Bukhari, 2/1374' Muslim, 2/1010). Dan juga keutamaan-keutamaan lainnya. Setelah mengetahui segala keutamaan orang-orang yang mengeluarkan hartanya ke jalan Allah, apa kmu sudah siap untuk bersedekah Rp. 2.000 perak setiap harinya? Harus bisa!

Sikap berbagi terhadap sesama juga tentu bukan hanya menjalin hubungan antara Allah dengan Hambanya, tetapi juga hubungan antara manusia dan manusia yang lain. Maka dari itu sedekah dan infaq ke jalan kebenaran sesuai dengan ajaran islam tentu akan membawa seorang hamba menuju jalan keimanan yang lebih baik.

Dari sini dapat ditarik satu jalan pemulihan atas keinginan untuk menuntaskan problematika kemiskinan yang ada di negeri. Sedekah dan infaq adalah salah satu jalan yang ditawarkan agama. Tentu semakin hari gerakan-gerakan kepedulian sosial yang dibentuk oleh segelintir orang semakin merambah ke berbagai daerah. Hal ini tentu cukup memberikan pengaruh terhadap penuntasan permasalahan kemiskinan dalam negeri. Hanya saja terbatasnya waktu, tempat dan jangkauan menjadikan gerakan-gerakan kepedulian sosial ini cukup terbatas. Maka dari itu, di era digital ini diperlukan adanya wadah yang memfasilitasi hal tersebut.


Dompet Dhuafa sekarang ini menjadi salah satu platform yang menyediakan fasilitas terkait hal infak, sedekah, dan juga zakat. Selama lebih dari 20 tahun Dompet Dhuafa sudah menjadi tren bagi umat muslim khususnya di Indonesia untuk menyalurkan bantuan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Platform yang terintegritas dalam satu wadah, masyarakat yang ingin mengulurkan bantuannya sudah dapat melalui sistem online. Melalui situs www.dompetdhuafa.org, kamu sudah bisa menyalurkan donasi kamu, dengan minimal nilai rupiah 10.000 perak. Disana kamu juga dapat memilih berbagai metode dalam melakukan transaksi (donasi) yang kamu rasa nyaman dalam menggunakannya.


Kamu juga bisa memilih untuk menggunakan aplikasi Dompet Dhuafa dengan mengunduhnya secara gratis di Google play Sore. Aplikasi ini tentu membantu kamu dalam menyalurkan donasi kepada orang-orang yang membutuhkan di seantero republik, bukan hanya diperuntukkan kepada orang-orang di kota mu yang merasa kekurangan. Tapi donasimu akan disalurkan dan menjangkau lebih luas dari sebelumnya.

Mari bersama menyalurkan bantuan, mengulurkan tangan kepada teman-teman diluar sana yang lebih membutuhkan. Semoga kita senantiasa tetap berada dalam naungan rahmat-Nya dan semoga dengan berdonasi, berinfaq, ataupun sedekah menjadikan kita sebagai manusia yang lebih taat dan lebih peduli terhadap sesama.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa


Post a Comment

7 Comments

  1. Berbagi walau hanya dengan 2 ribu rupiah itu sudah berharga banget ya kak. Yang penting emang niatnya etapi keren nih ajakan jangan takut berbagi dari dompet dhuafa. Aplikasinya tentu sangat memudahkan kita untuk ikut berdonasi baik dalam bentuk sedekah atau infak.

    ReplyDelete
  2. Saya jadi ingat lewat GoPay di aplikasi GoJek pun bisa lho. Tapi lupa apakah terhubung dengan Dompet Dhuafa?

    ReplyDelete
  3. Wah terlihat sepele tapi bermakna yah, baru kepikiran bersedekah dua ribu perhari kak, pdhl ini kalau pengeluaran kt jauh lbh banyak yah, duh bkin nyesek :(

    ReplyDelete
  4. sangat setuju bahwa berbagi dan bersedekah itu bisa menjadi alternatif kepedulian sosial, dan sedekah berdasarkan besar kecilnya nominal dpt disesuaikan dgn kemampuan si pmberi sedekah itu sendiri.

    ReplyDelete
  5. Yang penting sedekah biar hanya 2000 rupiah asalkan ikhlas itu sudah sangat berarti banget ya kak. Baiknya lagi 2% dari pendapatan sehari-hari, masyallah berkahnya. Sekarang untuk bersedekah kita semakin dimudahkan ya, terus pakai alasan apa lagi untuk tidak bersedekah.

    ReplyDelete
  6. sedikit demi sedikit lama-lama akan jadi bukit. semoga makin banyak yang berbagi sehingga penerima manfaat makin banyak.

    ReplyDelete
  7. Uang 2000 ga akan berarti jika kita infaq dengan berat hati

    ReplyDelete