Hal Yang Membuat Kita Menghabiskan Waktu Tanpa Sadar

Header

header adsjavascript:void(0)

Hal Yang Membuat Kita Menghabiskan Waktu Tanpa Sadar

Terkadang waktu itu terasa sangat berharga, sehingga setiap detiknya enggan kita sia-siakan. Tapi terkadang juga ada begitu banyak waktu yang perlu kita buang karena tidak adanya hal penting dan mendesak yang kita anggap perlu untuk dilakukan. Jadi apakah 24/7 atau waktu sebanyak 24 jam 7 kali selama sepekan itu sudah cukup untuk manusia? Harusnya sih cukup. Mungkin lebih dari cukup.

Namun karena semakin efisiennya pekerjaan di era sekarang. Sejak kemunculan era revolusi industri 4.0, hampir semua pekerjaan terasa lebih ringan dan lebih mudah dan lebih cepat dilakukan. Dari pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga sampai yang kecil-kecil sekali pun. Peradaban pun mulai bergeser. Perlahan menggerus pasar, dan budaya umum yang berlaku di hampir seluruh wilayah dunia. Awalnya kita masih berjalan keluar rumah untuk membeli bahan makanan atau makanan siap saji, sekarang kita bisa melakukannya melalui super app. Mudah dan aman. Apalagi seringkali dapat bonus dan diskon. Siapa yang tidak tertarik? Juga hal terkait pendidikan atau pembelajaran. Dulunya kita masih harus berjalan keluar rumah mencari buku di toko buku, perpustakaan, atau lapakan buku, namun sekarang semuanya bisa didapatkan melalui sentuhan smartphone.  Tapi masih ada juga sih orang-orang yang berkata bahwa 24 jam sehari dan 7 hari sepekan itu masih kurang. Kenapa tidak genap 25 jam saja sehari dan tambah hari lagi antara hari Ahad dan Senin, biar genap 8.



Kamu sudah nonton interview nya mba Najwa dengan kakak Maudy Ayunda? Katanya kakak Maudy, untuk menulis bukunya saja yang berjudul "Dear Tomorrow", dia menghabiskan waktu satu tahun. Ada kalanya suntuk 3 hari berturut-turut untuk menulis. Jika anda merasa waktu 24 jam itu kurang, sebelum anda meminta pertambahan waktu coba anda cek kebiasaan-kebiasaan anda terlebih dahulu. Mungkin saja ternyata dalam sehari anda sempat melakukan hal-hal yang ternyata membuang cukup banyak waktumu yang kamu anggap kurang itu.


Cari Makan

Ini salah satu kebiasaan manusia modern yang sering dilakukan. Utamanya kaum hawa. Tapi ini cuma berdasarkan dari pengamatan saya, bukan bermaksud melebih-lebihkan.

Hal ini tentu tergantung dari pribadi orang yang bersangkutan. Tapi beberapa orang mengakui hal ini, dan jika ingin makan bersama-sama waktu yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan tempat makan mungkin saja lebih lama lagi. Mungkin anda bukan tipe orang yang seperti ini, tapi kalau saya sendiri bisa menghabiskan waktu paling lama 15 menit untuk menentukan "Apa yang enaknya dimakan hari ini ya?".  Apalagi kalau untuk menentukan pilihan mulut yang ingin makan, dua atau lebih dari dua mulut. Pertimbangan pun semakin banyak. Jauhnya lokasi warung makan lah, harga porsi lah, sajian menu lah, atau juga lingkungan warung makan.

Meskipun peradaban modern 4.0 sudah membuat kita lebih mudah menemukan tempat makan dan juga beberapa makanan, ternyata itu juga yang membuat manusia lama menentukan pilihannya. Semakin banyak pilihan, semakin susah memilih. Mungkin tidak semua orang seperti demikian. Tapi beberapa orang mengakui hal ini. Tapi beberapa juga lebih memilih untuk langsung beli saja, yang penting bisa segera makan, perut terisi. Done.


Pilih-pilih Pakaian

Bagaimana anda menjawab pertanyaan, "Apa yang ingin kamu kenakan hari ini?". Mungkin jawaban atas pertanyaan ini cukup membutuhkan waktu juga. Bukan bermaksud membeda-bedakan gender, tapi beberapa pengakuan juga memang mengatakan kalau hal ini juga lebih dominan dilakukan oleh kaum hawa. Yaitu pilih-pilih pakaian. Terkecuali pakaian dinas ya, pakaian kantor atau seragam.

Pertimbangan-pertimbangan orang tentu berbeda-beda disetiap momennya. Beda situasi dan kondisi, beda juga pertimbangan yang dipilihnya. Mungkin seperti, "Pakaian ini baru-baru aku pakai kemarin?", "Baju ini terlalu cerah, cari yang gelap deh", "Baju ini belum ku cuci", "Baju ini kok sudah tidak seperti dulu lagi ya karismanya?", "celana/rok ini kayaknya tidak cocok deh dengan kemeja ini", dan juga "Apa saya tidak salah kostum ini ya?". Juga pertimbangan-pertimbangan lainnya. Kalau saya terkadang menghabiskan waktu paling 5-10 menit saja. Karena terkadang ada pakaian yang baru saja sudah disetrika, tapi ujung-ujungnya pakaian yang dikenakan pakaian yang lain. Bagaimana dengan anda?


Stalking Gak Jelas

Akui saja, anda dalam 24/7 pasti sering stalking orang. Siapapun itu. Teman, gebetan, mantan, kakak-adik, ataukah seorang idol. Stalking memang pekerjaan yang cukup mengasyikkan. Karena terkadang kita mengenang beberapa memori, terkadang kita juga bahkan merasa senang. Padahal yang kita lakukan cuma klik-swipe-scroll saja.

Tapi harus diakui pekerjaan ini cukup ampuh dalam menghabiskan waktu lowong. Dasarnya ya, karena manusia memang orangnya kepo. Punya hasrat keingintahuan yang sangat besar.
Buang2 kouta (Scroll IG, nonton youtube atau streaming)

Beberapa hari yang laku, keponakan saya yang 5 tahun bertanya, "Apa ya yang bagus dilakukan?". Entah kenapa, mungkin saja karena dia bosan. Dia seringkali bermain game di Smartphone yang diberikan Ibu nya, kakak saya. Padahal dia masih 5 tahun tapi sudah semudah itu merasa bosan. Saya juga tidak bisa mengajak dia bermain permainan tradisional yang sering saya lakukan saat masih anak-anak. Main layangan, kelereng, tembakan bambu, main kejar-kejaran, dan puluhan permainan tradisional anak lainnya. Karena dia sudah terbiasa dimanjakan dengan internet dan smartphone. Bahkan percaya atau tidak, dia ini masih 5 tahun lebih mengenal Mobile Legend lebih dalam dibandingkan saya yang sudah menginjak 20 tahun.

Tapi kelakuan menghabis-habiskan kouta ini juga bukan hanya anak-anak jaman now yang sering melakukannya, anak muda dan penggiat internet lainnya pasti juga pernah melakukan hal yang sama. Entah karena alasan kouta internet masih banyak tapi masa berlakunya sudah hampir sampai, ataukah karena orangnya memang orang kaya jadi kouta internetnya dibuang-buang saja.


Doin' Nothing

Ini gejala yang paling sering terjadi. Saking banyaknya waktu yang lowong di keseharian nya, semakin banyak waktu yang dia rasa perlu untuk disia-siakan. Duduk, bengong, baring-baring, bengong.


Mengkhayal

Ini salah satu yang paling toxic. Karena kegiatan menghayal ini terkadang membuat penggunanya kecanduan. Juga tidak mengenal waktu, kapan, dan juga tidak mengenal tempat, dimana. Sifatnya candu karena terkadang khayalan itu seakan-akan kejadian nyata yang dirasanya saat itu. Maka, untuk melanjutkan khayalannya, dia terus membuat halusinasi yang lebih-lebih dan lebih membuatnya nyaman dalam naungan fantasinya. Hati-hati ya.

Kamu sendiri suka buang-buang waktu juga ya? Terakhir kali buang waktu dengan cara apa?

Post a Comment

7 Comments

  1. Doing nothing itu bisa makin parah karena internet. Sudah stalking ndak jelas. Kalo ketemu link dibuka lalu ke mana-mana deh hihihi. Memang betul-betul harus mengendalikan diri dengan keras supaya bisa fokus ke hal yang penting.

    ReplyDelete
  2. Setuju, kadang2 memang terasa waktu 24 jam itu tidak cukup. Masih mau tidur, ehhh sudah pagi hahaha.

    ReplyDelete
  3. stalking gak jelas hahahha, saya kok kena banget yah sama yang satu ini :D
    Kalau sudah buka IG, pasti kelupaan untuk berhenti hiks.... Bahkan saya sengaja setting maksimal 2 jam jika buka IG. hahaha

    Tapi sebenarnya balik lagi ke individu masing2 gimana memanage waktunya. 24 jam per hari pasti cukup jika di atur dengan baik :)

    ReplyDelete
  4. stalking ga jelas kayaknya yang paling populer saat ini hahahaa, banyak yang buka2 medsos tp pasa dibuka ga tau mau diapain atau mau nyari apa stlah dibuka

    ReplyDelete
  5. Inimi ini, management waktu yang selaluuuu susah bagiku. Yang palinggg utama itu karena suka menunda-nunda. Ah masih lamaki waktunya, santai-santaimi dulu deh nda usah terlalu serius. Giliran dekatmi waktu deadline baru kelabakan nda adapi ide xD

    ReplyDelete
  6. Cari makan dan pilih-pilih pakaian, bener banget ya kak. Kadang waktu kita banyak terbuang hanya karena masalah memilih. Karena terlalu banyak pilihan , apalagi bagi perempuan dengan koleksi pakaian yang banyak. Bisa makan waktu berjam2 belum make upnya dll...

    ReplyDelete
  7. iya benar, time flies so fast.. masih mau tidur eh sudah berganti hari. rasanya 24 jam ndak cukup :)

    ReplyDelete