Alasan Kenapa Kamu Harus Aktif di Organisasi Kampus (Lembaga Kemahasiswaan)

Header

header adsjavascript:void(0)

Alasan Kenapa Kamu Harus Aktif di Organisasi Kampus (Lembaga Kemahasiswaan)

Mahasiswa tentu salah satu elemen yang berperan aktif dalam gerakan sosial. Saat membaca koran kemarin, di halaman depan terpampang berita terkait profesi-profesi para caleg yang mendaftarkan diri di pemilu tahun ini. Hebatnya adalah, tak sedikit dari mereka yang statusnya masih Mahasiswa atau masih freshgraduate dari statusnya sebagai Mahasiswa. Sebagai Mahasiswa, agar menjadi pribadi yang mapan dan bermanfaat bagi lingkungan sosial dimana dia berada, tentu ada banyak upaya yang dilakukannya agar menjadi pribadi yang lebih baik. Salah satunya dengan berperan aktif di organisasi mahasiswa dalam atau pun luar kampus. Saat masih baru, tentu pertanyaan-pertanyaan seperti, Apasih untungnya berorganisasi di kampus? Kenapa sih kita harus aktif di organisasi kampus? Atau kenapa saya harus buang-buang waktuku untuk aktif berorganisasi di kampus? Dapat memicu munculnya ego pribadi yang tinggi.


Saya sendiri sebagai pegiat lembaga kemahasiswaan sempat berpikir dan bertanya-tanya, "Saya menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk organisasi bertahun-tahun, apa akan sepadan dengan apa yang bakal saya dapatkan?". Karena pengalaman yang saya dapat dari satu periode sebagai anggota biasa, satu periode sebagai pengurus, dan satu periode sebagai pengurus inti cukup memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan tersebut. Menurut saya ada berbagai alasan yang membuatmu harus berperan aktif di dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di kampus, atau Lembaga Kemahasiswaan.

1. Memperluas Pandangan dan Wawasan
Jika kamu bergabung dalam sebuah organisasi mahasiswa. Entah itu Ormawa internal maupun eksternal, ataukah Ormawa jurusan atau fakultas, maupun juga Ormawa pengembangan diri, minat dan bakat. Tentu dengan bertemunya bersama orang-orang yang memiliki pandangan hidup dan ideologi yang berbeda-beda. Dapat memberikanmu cukup ilmu untuk melihat dunia yang ternyata tidak selebar daun kelor ini.

Bagi saya pribadi, saya tidak suka mendengar tanggapan orang yang mengatakan bahwa dunia ini begitu sempit. Percayalah dunia ini tidak sebegitu sempit. Kami saja yang mungkin memiliki lingkungan yang sangat kecil dan memiliki pemikiran dan pandangan terhadap dunia yang begitu sempit. Kamu harus berusaha keluar dari zona nyamanmu itu. Dunia bukan hanya kampus-rumah-tetangga kompleks saja. Kamu harus berusaha mencoba menggapai hal-hal yang terasa baru bagimu. Karena setelah keluar dari lingkunganmu nanti, kamu akan mendapatkan sedemikian rupa perbedaan-perbedaan yang ada dalam hidup. Anda tak dapat mengingkarinya bahwa setelah sekolah, atau kuliah nanti anda akan dipaksa dunia untuk berinteraksi lebih jauh dan lebih luas lagi. Mau tak mau kamu harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang lain lagi.

Organisasi Mahasiswa akan membekalimu dalam hal perluasan pandangan hidup dan juga perluasan wawasan dan ilmu. Apalagi terkait dengan ilmu dan pandangan sosial. Membuka matamu lebih luas lagi, bahwa ternyata dunia tak sekecil seperri di dalam film The Maze Runner. Atau dalam anime Attack on Titan.

2. Meredam Ego Diri
Setiap orang punya ego pada dirinya masing-masing. Kita terlahir berdampingan bersamaan dengan ego yang kita pegang. Hanya saja ada yang dapat meredamnya, ada juga yang justru terbuai akan pesonanya.

Berperan aktif dalam Ormawa pasti memaksamu untuk berinteraksi dengan orang-orang yang memperlakukanmu dengan berbeda. Sikap dan prilaku yang berbeda-beda, dan tentu sama-sama memiliki ego yang berbeda-beda. Makanya dalam berbagai situasi, anda akan diperhadapkan bagaimana dari sebegitu banyaknya kepala, bagaimana caranya agar dapat menyatukan ego-ego yang berbeda menjadi satu. Tentu masing-masing Ormawa memiliki cara yang berbeda-beda juga dalam menangani hal seperri ini. Biasanya tergantung dari asas atau landasan dasar yang dianut masing-masing Ormawa. Maka dari sini kamu akan belajar bagaimana meredam ego mu sendiri demi ego kolektif. Bagaimana mempertemukan perbedaan orientasi demi tujuan bersama.

3. Meredam Sikap Hedon
Ini salah satu hal yang paling penting menurut saya. Terkadang ada orang yang terlalu materialistik dan hedon. Tidak terbayang saja masih muda, uang masih sepenuhnya dari orang tua, tapi sikap hedonnya terlalu membuatnya cinta akan kenikmatan dunia. Saya sebagai Mahasiswa terkadang masih melihat beberapa teman-teman di kampus yang sifat hedonnya tak lagi terbendungi.

Mencari kenikmatan dunia, waktu dihabiskan untuk bersenang-senang. Terkadang mereka berlindung dibalik deli', "Ya mumpung masih muda, nikmatin aja dulu". Saya tidak mengatakan bahwa Mahasiswa harusnya tidak meluangkan waktunya ke hal-hal yang berbau hedon, nonton di bioskop, hunting di mall, wisata kuliner keliling-keliling restaurant setiap hari dan mengunjungi tempat-tempat wisata lainnya. Kata Pak Ridwan Kamil, itu perlu sebagai sarana untuk kita refreshing. Hanya saja, keseringan ber-hedon-hedon tentu pola hidup yang tidak sehat. Karena uang yang kamu habiskan pun bukanlah hasil dari jerih payahmu sendiri. Bersikap hedon se-cukupnya saja, dan se-butuhnya saja.

Dengan masuk dan berperan aktif di Ormawa kampus, kamu akan diberikan obat penenang untuk dapat mengontrol perilaku hidup yang kurang sehat seperti ini.

4. Mencari Kawan
Berperan aktif di Ormawa juga memaksamu untuk mengenal lebih banyak orang yang berbeda-beda latar belakangnya. Semakin banyak teman, maka peluang rejeki datang juga semakin besar. Itu hukum alam. Kecuali kamu ilmuan gila, mungkin teman tidak berpengaruh besar dalam hidupmu.

Tapi ketahuilah bahwa kenikmatan dunia ini lebih terasa bila kamu memiliki teman yang cukup banyak, dan ruang lingkup pergaulan yang cukup luas.

5. 4 Tahun Kuliah itu Sebentar, Tidak Lama
Kamu harusnya sadar bahwa kuliah selama kurang lebih 4 tahun itu tidaklah begitu lama. Tempatmu mengasah diri selama 4 tahun di kampus, betapa ruginya bila kamu hanya membawa pulang hal-hal yang hanya anda temui di ruang kelas saat kuliah. Teman-teman sesama jurusan, dan fakultas. Ilmu dan kemampuan yang disiti-situ saja.

Kamu harus keluar, karena setelah 4 tahun di kampus. Mau tidak mau kamu juga harus keluar dari lingkunganmu itu. Percayalah, tidak ada lingkungan yang benar-benar nyaman dan aman, tidak sampai kamu sendiri yang membuatnya terasa aman dan nyaman.

Menurut saya seperti ini, bagaimana dengan mu?

Post a Comment

13 Comments

  1. Hidup mahasiswa. Benar sekali Omdos, memberi kontribusi positif dalam sebuah organisasi akan menghasilkan buah yang positif pula. Paling tidak, cara pandang dan mental lebih terasah.

    ReplyDelete
  2. Sudah lama sa meninggalkan dunia kemahasiswaan hehe, jadi sudah kurang paham bagaimana organisasi kemahasiswaan sekarang.

    Seingat saya dulu, ormawa itu memang ajang utk menambah kesibukan di luar jam belajar. Tujuannya selain mengasah kemampuan berkomunikasi, juga biar lebih peka terhadap kondisi di luaran. Hal lainnya tentu untuk menyalurkan hobby positif.

    keep writing bro

    ReplyDelete
  3. Sudah lama sa meninggalkan dunia kemahasiswaan hehe, jadi sudah kurang paham bagaimana organisasi kemahasiswaan sekarang.

    Seingat saya dulu, ormawa itu memang ajang utk menambah kesibukan di luar jam belajar. Tujuannya selain mengasah kemampuan berkomunikasi, juga biar lebih peka terhadap kondisi di luaran. Hal lainnya tentu untuk menyalurkan hobby positif.

    keep writing bro

    ReplyDelete
  4. Jaman saya kuliah, saya gak aktif di organisasi kemahasiswaan, soalnya udah mulai kerja. Jadi, datang ke kampus ya hanya untuk perkuliahan saja.

    ReplyDelete
  5. Waktu mahasiswa saya memang sengaja ga gabung di organisasi apapun.. mungkin krn SMP sama SMA sudah sering ikut organisasi, jadi pas kuliah benar2 fokus buat kegiatan belajar di kampus.. tp bukan berarti saya kuper ya, hihi.. Alhamdulillah saya tetap bisa punya banyak kawan dan gaul sama mereka yang gabung di berbagai organisasi baik kampus sendiri maupun kampus lain.

    ReplyDelete
  6. WAktu masih kuliah, saya juga aktif di HME. Malah sampai selesai, masih ada kegiatan yang saya terlibat di dalamnya, hehe.
    Manfaatnya alhamdulillah memang ada. Benar yang dijabarkan di atas.

    Manfaat lainnya, akan terus terasa sampai sekian tahun setelah lulus. Suami saya tamat di tahun yang sama dengan saya - tahun 1997. Sekarang, ada usaha yang dijalani bareng teman-teman di kampus dulu. Teman-teman yang kami saling tahu kalau bisa percaya kepada satu sama lain. :)

    ReplyDelete
  7. Organisasi mmg super penting, dulu jg sy aktif 2 sampai 3 organisasi skaligus. Dampaknua kita bisa mahir kerja tim dan blajar jadi leader yg baik

    ReplyDelete
  8. saya sangat setuju dengan isi artikel ini. Benar sekali bahwa organisasi saat mahasiswa itu sangat penting karena banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan melalui organisasi.

    ReplyDelete
  9. Setuju. Di zaman seperti sekarang, menjadi pribadi yang aktif di organisasi kampus maupun komunitas positif di luar kampus tentu sangat membantu kemampuan personal kita di kemudian hari.

    ReplyDelete
  10. Setuju! Sekarang sih terasa sekali bagaimana dulu pengalaman di himpunan mengajarkan pertama kali bersosialisasi dan berdiskusi.

    ReplyDelete
  11. ada dua hal penting yang kita dapatkan ketika aktif berorganisasi di kampus; kemampuan analisa masalah dan jaringan. ini penting setelah lepas dari kampus.

    ReplyDelete
  12. Jadi ingat waktu kuliah dulu saya juga cukup aktif di organisasi dan alasannya kurang lebih sama seperti yang disebutkan di atas

    ReplyDelete