Social Media

Header

header adsjavascript:void(0)

Social Media

Kita semua pastinya sering donk, berhubungan dengan yang namanya ruang lingkup sosial dan bersosialisasi. Entah itu keluarga, kerabat, teman, ataukah pacar (kalau punya). Sebagai makhluk sosial, memang sebaiknya dianjurkan untuk melakukan sosialisasi dan beradaptasi dilingkungan sekitarnya. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk bersoasialisasi, mulai dari yang simple yaitu berbicara. Seperti sapa-sapaan, nanya-nanya, basa-basi, ngobrol-ngobrol, atau mungkin lo orangnya gak suka basa-basi, jadi gak perlu sapa dan nanya-nanya kayak polisi lalu lintas, langsung tembak aja, to the point!
 

Tapi,,, sekarangkan ada yang namanya Social Media, atau orang-orang biasa menyebutnya Jejaring Social. Social Media? Apaan tuh? Social Media merupakan sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu, (klik untuk lebih lengkapnya).

Jadi, Social Media merupakan tempat umum bagi orang-orang malas untuk bersosialisasi, seperti saya. Sekarang, ada banyak sekali media sosial atau jejaring sosial yang bisa kita gunakan. Cara menggunakannyapun cukup mudah. Seperti yang udah terlalu mainstream dipake orang-orang, yaitu facebook. Ya,, gue sih gak terlalu tau filosofinya facebook tuh gimana, tapi kalo gak salah penemunya itu adalah Mark Zuckerberg. Cuman itu yang gue tau, tapi kalo lo mau tau banget gitu, gimana filosofinya Facebook, ya tinggal googling aja.

Facebook tuh Social Media yang keren. Selain bisa berinteraksi dengan para user lain melalui chatting, para user juga bisa berinteraksi dengan sesama user lewat group, fanpage, dan juga permainan. Tapi, gue sebagai user facebook nih ya jujur, dari sekian banyak temen di akun facebook gue. Mungkin sekitar 2.000 an, paling yang gue kenal tuh cuman 200-300 orang. Jadi, sejak gue menyadari hal sakral itu, gue memilih untuk bermigrasi ke twitter.

Twitter itu follow your interest, bukan follow your friend. Jadi lebih nyaman gitu kalo maen twitter. Tapi di twitter, ada sebuah budaya mistis yang mungkin sampe sekarang masih ada yang sering menerapkannya. Yaitu budaya minta follback. Di twitter, gue biasa di mention orang kek gini "Follback donk" atau "Follback ea" dan yang paling ngeri "Gak follback mati". Gue kan jadi takut gitu, klo gak difollback, kitanya yang mati. Jadi gue berusaha untuk ngefollback orang ini. Tapi tetep gak bisa, padahal gue udah nyari-nyari tombol follback dimana-mana, masih aja gak ketemu. Gue telusuri dilayar monitor, gak ada. Gue cariin di tombol-tombol keyboard, gak ada juga. Gue kotak-atik mouse gue, gue bongkar, tetep aja gak ketemu. Akhirnya gue gak follback dia, dan gue bakal mati. matinya kapan, ditweetnya gak ada jadwalnya sih, jadi kurang jelas gitu matinya kapan.

Gue sendiri secara pribadi suka sekali bersosialisasi di dunia fantasi. Ehh,, dunia maya, sosial media maksudnya. Kenapa? Yaa,, enak aja gitu, gak perlu jalan lagi ketempat nongkrongan buat cerita-cerita, gak perlu susah-susah lagi pergi jauh kerumah temen buat curhat, dan gak perlu lagi... Ya,, gitu deh pokoknya. Ikonnya anak malas banget deh. Kita cuman baring-baring diranjang, pantengin HP, terus senyam-senyum sendiri. Ataukah sambil duduk-duduk dijamban, sambil nungguin si doi nyemplung, biar lo gak bosen di WC, bawa HP atau gadget.

Tapi yang namanya dunia maya, pasti membuka banyak peluang untuk melakukan kejahatan. Jika kita keseringan berinteraksi lewat media sosial dibandingkan realita sosial, atau bisa dibilang dunia maya dibandingkan dunia nyata. Itu bisa berakibat fatal dan buruk buruk bagi psikologi kan? Katanya, orang yang keseringan berinteraksi di sosial media cenderung bersifat dingin ama orang-orang yang ada dilingkungan sekitarnya. Entah itu lingkungan sekolah ataukah keluarga.



Post a Comment

1 Comments